3.26.2009

Prinsip-Prinsip Manajemen

Prinsip-Prinsip Manajemen

Manajemen berasal dari kata "to manage" yang berarti mengatur, mengurus atau mengelola.
Pada dasarnya banyak sekali definisi manajemen, tetapi hanya satu definisi yang dijadikan pegangan dalam memahami manajemen tersebut, yaitu :
Managemen ialah:
Suatu ilmu yang mencakup kegiatan untuk mencapai tujuan, dilakukan oleh individu-individu yang menyumbangkan upayanya yang terbaik melalui tindakan-tindakan yang telah ditetapkan sebelumnya.

Kenapa kita mempelajari managemen:
karena manajemen mempunyai ciri-ciri :
1. Adanya kelompok manusia
2. Adanya kerjasama dari kelompok tersebut
3. Adanya kegiatan proses / usaha
4. Adanya tujuan

Manajemen merupakan sebuah kegiatan,
Pelaksanaannya disebut...............
Orang yang melaksanakannya disebut.............

Pengetahuan tentang pendekatan utama sangat membantu dalam studi managemen, dan dalam menetapkan pengembangan serta manfaatnya.
Ada 5 pendekatan utama, yaitu :
1. Pendekatan menurut proses atau operasional
2. Pendekatan menurut tingkah laku manusia
3. Pendekatan dari sistem sosial
4. Pendekatan dari sistem
5. Pendekatan kuantitatif

1. Pendekatan menurut proses atau operasional
Manajemen merupakan suatu proses universal, tanpa memandang jenis atau tingkatan perusahaan yang bersangkutan, tetapi mereka juga mengakui bahwa baik lingkungan dalam dan lingkungan luar dimana proses tersebut dilaksanakan sangat berbeda diantara perusahaan-perusahaan dan tingkatan-tingkatannya.
2. Pendekatan menurut tingkah laku manusia.
Pendekatan tersebut membawa manajemen kepada metode dan konsep pengetahuan yang relevan, terutama psikologi dari dinamika pribadi individu2 hingga hubungan-hubungannya dengan kebudayaan.
3. Pendekatan dari system social.
Pendekatan tersebut berorientasi kepada ilmu sosiologi, meneliti berbagai kelompok sosial dan hubungan kultural mereka dan ada usaha-usaha untuk mengintegrasikan kelompok2 tersebut kepada suatu sistem sosial.
4. Pendekatan dari system
Sistem merupakan bagian fokus dan lingkaran diluarnya merupakan tempat pengembangan dari pengembangan tersebut. Konsepsi, teori, dan prakteknya mirip pendekatan dari sistem tersebut dan sangat membantu dalam pengembangan ilmu-ilmu phisika.
5. Pendekatan kuantitatif
Fokusnya terletak pada penggunaan model dan proses matematis hubungan dan data yang dapat diukur. Manajemen dilihat sebagai unsur logis yang dinyatakan dan dihubungkan dengan cara kuantitatif diproses oleh suatu metode dan menghasilkan jawaban terhadap permasalahan manajerial.

Fungsi-Fungsi Manajemen:
Fungsi manajemen dapat diartikan sebagai kegiatan apa saja yang akan dilakukan oleh seorang manajer dalam kegiatan manajerialnya. Sehingga kegiatan manajerial yang dilakukan oleh manajer tersebut dapat dikatakan sebagai kegiatan proses manajemen.
Proses tersebut bermula dari pembuatan perencanaan sampai pada pengadaan pengawasan terhadap pelaksanaan rencana tersebut. Pengawasan yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui efektif atau tidaknya pelaksanaan rencanan sehingga tujuan yang telah ditetapkan dapat tercapai.

Secara menyeluruh, fungsi manajemen tersebut adalah sebagai berikut:
1. Perencanaan/Planning :
Yaitu suatu usaha atau upaya untuk merencanakan kegiatan yang akan dilaksanakan guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Perencanaan ini biasanya dituangkan dalam bentuk konsep atau suatu program kerja.
2. Pengorganisasian/Organizing:
Yaitu kegiatan yang meliputi penetapan struktur, tugas dan kewajiban, fungsi pekerjaan dan hubungan antar fungsi.

3. Penyusunan Staf/Staffing :
Termasuk didalamnya adalah perekrutan karyawan, pemanfaatan, pelatihan, pendidikan dan pengembangan sumberdaya karyawan tersebut dengan efektif.
4.Pengarahan/Directing:
Yaitu fungsi memberikan perintah atau arahan. Selain itu juga termasuk kegiatan kepemimpinan, bimbingan, motivasi dan pengarahan agar karyawan dapat bekerja dengan lebih efektif.

5. Pengkoordinasian/Coordinating :
Yaitu fungsi mengkoordinir seluruh pekerjaan dalam satu totalitas organisasi pekerjaan. Pengorganisasian mengandung hal-hal sebagai berikut :

a. Sinkronisasi kegiatan
b. Keterpaduan kegiatan
c. Menyelaraskan kegiatan
d. Meruntutkan kegiatan
e. Mencegah overlaping dan kekosongan kegiatan

6. Pengawasan/Controlling :
Fungsi yang memberikan penilaian, koreksi dan evaluasi atas semua kegiatan. Secara terus-menerus melakukan monitoring atas pekerjaan yang sedang dilakukan.
Fungsi pengawasan ini bertujuan untuk menyesuaikan rencana yang telah dicapai dengan pelaksanaan kegiatan. Hasil dari evaluasi pengawasan ini dijadikan sebagai bahan rekomendasi untuk kegiatan berikutnya.

Keuntungan setelah membangun teori manajemen diatas fungsinya adalah:
 Kerangka manajemen yang luas, sudah dimengerti dan konsepsional.
 Sumbangan-sumbangan dari pendekatan-pendekatan lain kepada paham manajemen yang dapat dipakai utnuk memberi manfaat kepada pendekatan proses
 Terdapat kelonggaran yang fleksibel
 Benar-benar memberi bantuan di dalam implementasi tindakan manajemen.

0 komentar:

Template by : Kendhin x-template.blogspot.com